Heni Sri Sundani Founder Gerakan Anak Petani Cerdas

Liputan Konferensi Ibu Pembaharu kali ini akan membahas sesi materi oleh founder Gerakan Anak Petani Cerdas, Ibu Heni Sri Sundani. Sesi ini mengandung bawang, saya begitu terharu dan beberapa kali mengusap air mata di sepanjang penyampaian materi oleh narasumber.

Heni Sri Sundani Seorang Ibu Pembaharu

Heni Sri Sudani adalah seorang anak petani miskin yang lahir dari keluarga broken home. Ayah ibunya berpisah sebelum Ia lahir. Oleh karenanya, Heni Sri Sundani hidup bersama sang nenek segala keterbatasan.

Perjalanan hidupnya yang sulit tak lantas membuatnya patah semangat. Kini Ia dikenal sebagai wanita yang telah menembus panggung dunia dengan mendapatkan berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang telah diraih Heni Sri Sundani diantaranya adalah:

  1. Indonesia Migrant Worker Awards, dari Kementrian Ketenagakerjaan RI pada tahun 2020
  2. Women Empowerment Her Times Youth Awards, dari Fortune Time Magazine Singapore pada tahun 2018
  3. 30 under 30 Forbes Magazine, pada tahun 2016

Berawal dari tantangan yang Ia hadapi untuk mendapatkan pendidikan yang layak, kini Heni Sri Sundani telah mendirikan beberapa gerakan salah satunya adalah gerakan Anak Petani Cerdas. Ia juga merupakan founder dari Empowering indonesia Foundation, mentor di One-Forty Taiwan, advisor Rumah Millenials, founder dan trainer AgroEdu Tourism Jampang, trainer literasi guru-guru pelosok dan trainer Social Entrepreneur Agropreneur untuk gerakan #SarjanaPulangKampung dan #BangunIndonesiaDariKampung.

Gerakan Anak Petani Cerdas untuk Indonesia yang lebih baik

Pada masa sekolah dasar, Heni harus menempuh perjalanan selama dua jam untuk sampai ke sekolah. Dan ketika sekolah menengah, Ia harus menempuh perjalanan selama 4 jam. Namun cita-citanya yang kuat untuk menjadi seorang guru tidak padam begitu saja. Dengan ikhlas dan penuh kesabaran Ia menjalani setiap detik di hidupnya demi tercapainya cita-cita mulia.

Selepas SMK Ia memutuskan untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia dan bekerja di Hongkong sambil mengambil kuliah. Perjuangannya terbayarkan ketika Ia lulus dan mendapat gelar sarjana sebagai lulusan terbaik. Heni Sri Sundani menjadi bukti bahwa seorang anak petani miskin mampu meraih impiannya dan bahkan mendapatkan gelar cumlaude.

Setelah menyelesaikan studinya kemudian Ia pun kembali ke Indonesia dan mendirikan gerakan Anak Petani Cerdas yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak petani untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Atas kontribusinya Ia pun mendapatkan banyak penghargaan baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Satu pesan yang berkali-kali saya garis bawahi adalah bahwa memberi bukan karena kita kelebihan, tapi karena tahu rasanya tidak punya apa-apa.

Memutus Rantai Kemiskinan

Saat kembali ke desa Heni mendapati kondisi lingkungannya yang tak berubah sejak bertahun lalu Ia tinggalkan. Teman-teman kecilnya dulu, kini telah berkeluarga dan memiliki banyak anak. Kondisi perekonomian di masyarakat pun masih terkategori rendah.

Tak ada yang salah dengan menikah muda, tak ada yang salah pula memiliki banyak anak. Namun Heni ingin memberikan kontribusi bagi lingkungannya. Ia ingin agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak agar taraf hidup masyarakat meningkat.

Sejarah Gerakan Anak Petani Cerdas

Heni kembali pulang ke desanya di pelosok Ciamis Jawa Barat dan kemudian mendidik anak-anak di desanya. Ia mengajarkan anak-anak membaca, membawakan buku-buku, mendirikan perpustakaan untuk anak-anak di desanya, dan memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak petani di desanya dengan gerakan Anak Petani Cerdas.

Gerakan Anak Petani Cerdas yang Berkelanjutan

Menjadi ibu bagi ribuan mimpi, kini Heni Sri Sundani menjadi orang tua asuh bagi sembilan ribu anak di berbagai pelosok Indonesia. Gerakan Anak Petani Cerdas yang digagas olehnya telah mengantarkan ratusan anak petani Indonesia ke jenjang pendidikan tinggi dan telah mendapatkan gelar Sarjana. Sarjana-sarjana muda tersebut pun turut serta dalam mengembangkan gerakan Anak Petani Cerdas dan mendidik ribuan anak petani lainnya.

Heni Sri Sundani Ibu bagi Ribuan Mimpi

Permasalahan yang dihadapi oleh gerakan Anak Petani Cerdas tidak terbatas pada pendidikan anak. Meskipun pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi anak kalangan marginal, namun permasalahan yang ada di masyarakat lebih kompleks dari itu.

Permasalahan ekonomi, permasalahan orang tua yang tidak berpendidikan bahkan tidak bisa baca tulis, masalah kurangnya teladan kebaikan baik di keluarga maupun di masyarakat, dan berbagai permasalahan lainnya membuat gerakan ini berkembang untuk menyokong perekonomian masyarakat dan juga edukasi bagi para orang tua.

Penutup

Sesi Konferensi Ibu Pembaharu ini mengingatkan kembali tentang pentingnya kehadiran agen-agen pembaharu untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Agen pembaharu memberi solusi dengan gerakan-gerakan yang berkelanjutan dan berdampak.

Gerakan Anak Petani Cerdas yang bermula dari kebutuhan pribadinya untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan keinginan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.

18 pemikiran pada “Heni Sri Sundani Founder Gerakan Anak Petani Cerdas”

  1. MasyaAllah keren sangan menginspirasi sekali gerakan anak petani cerdas ini yg digagas oleh Heni Sri Sundani . Semoga dapat bermanfaat bagi orang banyak

    Balas
  2. Masya Allah, sangat menginspirasi di saat banyak pemberitaan di media tentang berita kriminal, skandal, degradasi moral. Membaca ini seperti menghadirkan oase penyejuk jiwa. Semoga semakin banyak anak-anak petani yg bertumbuh menjadi anak yg cerdas dan bermanfaat bagi bangsa ini.

    Balas

Tinggalkan komentar